1. Forum
  2. >
  3. Topic: Indonesian
  4. >
  5. Comparisons and superlatives,…

https://www.duolingo.com/profile/Rick392366

Comparisons and superlatives, Tips & Notes, Addendum

Comparisons and superlatives

-1) Equative
-2) Comparative
-3) Superlative

-1) Equative

This is equivalent to the English form : as + [adjective] + as.
This can be formed like this:

[se-] + [adjective]
[se-] + [adjective] + [-nya] + dengan.
[se-] + [adjective] + [-nya].

[se-] + [adjective]
secantik = as pretty as
semahal = as expensive as
sebesar = as big as
seberani = as courageous as
serendah = as low as

Tini secantik ibunya. = Tini is as pretty as her mother.
Mobilku semahal mobilmu. = My car is as expensive as your car.
Mobilku sebesar mobilmu. = My car is as big as your car.
Tini seberani Tono. = Tini is as courageous as Tono.
(see more example sentences (47) here below)

It can also be said like this :
"sama + adjective + -nya + dengan" between the two nouns, or ...
"sama + adjective + -nya" after the nouns that are being compared to each other.

Tini sama cantiknya dengan ibunya.
Mobilku sama mahalnya dengan mobilmu.
Mobilku sama besarnya dengan mobilmu.
Tini sama beraninya dengan Tono.

Tini dan ibunya sama cantiknya.
Mobilku dan mobilmu sama mahalnya.
Mobilku dan mobilmu sama besarnya.
Tini dan Tono sama beraninya.

(see more example sentences (50) here below)

-2) Comparative

The comparison words that are used : 'lebih ... dari(pada) ...' , 'kurang ... dari(pada)', 'kalah ... dengan/dari(pada)'.
lebih = more
kurang = less
dari(pada) = than

Examples:
lebih + [adjective] + dari(pada)
Tini lebih cantik dari(pada) ibunya.
Mobilku lebih mahal dari(pada) mobilmu.
Tini lebih berani dari(pada) Tono.
Durian lebih enak dari(pada) apel.
(see more example sentences (52) here below)

When 'dari(pada)' is left out, then the object of comparison is supposed to be known/obvious, like this :
'Bisa saya lihat yang lebih murah ?'
'Can I see something cheaper ?'

Examples of how 'lebih' can be used :
Saya menggunakan Duolingo setahun lebih. = I use Duolingo for more than a year.
Lingot saya empat ribu lebih. = My lingots are more than four thousand.
Lingot saya lebih dari banyak. = My lingots are more than a lot.
Hasil kursus ini lebih dari memuaskan = The result of this course is more than satisfying.
Daripada omong kosong, (lebih baik) saya tutup mulut saja. = Instead of talking nonsense, (it's better that) I just shut my mouth.
(see more example sentences (53)-(58) here below)

-3) Superlative

This can be done by using the 'ter-' prefix, or by using 'paling' + [adjective]
A superlative adjective can be followed by prepositions like : 'dari', 'antara', 'di antara', 'dari antara' with the nouns that are being compared to.
Examples :
[ter-] + [adjective] = 'paling' + [adjective]
Dari semua orang di sini, Tini yang tercantik. = From all the people here, Tini is the prettiest.
Tini yang paling cantik di antara semua mahasiswa. = Tini is the prettiest amongst all students.
Ini mobil saya yang terbesar/paling besar. = This is my biggest car.
Ini mobil saya yang tercepat/paling cepat. = This is my fastest car.
Ini mobil saya yang termurah/paling murah. = This is my cheapest car.
Tini anak yang termuda/paling muda. = Tini is the youngest child.

(see more example sentences (65)-(69) here below)


Source :
TBBI, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga), Bab 5.4.2 Tingkat Bandingan.

5.4.2. Tingkat Bandingan
5.4.2.1. Tingkat Ekuatif
5.4.2.2. Tingkat Komparatif
5.4.2.2.1. Penominalan Adjektiva Komparatif
5.4.2.2.2. Kebermarkahan Adjektiva Komparatif
5.4.2.3. Tingkat Superlatif

Pada pembandingan dua maujud atau lebih dapat disimpulkan bahwa tingkat kualitas atau intensitasnya dapat setara atau tidak setara.
Tingkat yang setara disebut tingkat ekuatif.
Tingkat yang tak setara dibagi dua : tingkat komparatif dan tingkat superlatif.

5.4.2.1. Tingkat Ekuatif

Tingkat ekuatif mengacu ke kadar kualitas atau intensitas yang sama atau hampir sama.
Peranti bahasa yang digunakan ialah bentuk klitik "se-" yang ditempatkan di depan adjektiva.

Contoh:
(47a) Tuti secantik ibunya.
(47b) Harga di Pasar Baru tidak semahal di pasar Elita.
(47c) Dokternya menemukan bisul sebesar keleleng.
(47d) Toni tidak seberani adiknya.
(47e) Saya tidak serendah seperti yang engkau sangka.

Tingkat ekuatif dapat juga dinyatakan dengan pemakaian :
"sama + adjektiva + -nya + dengan" di antara dua nomina, atau
"sama + adjektiva + -nya" di belakang dua nomina yang dibandingkan.

Contoh:
(50a) Kota Garut sama ramainya dengan Ciamis.
(50b) Mesin ketik ini sama mahalnya dengan itu.
(50c) Buatan Taiwan sama murahnya dengan produk Brasil.
(50d) Toto sama keras kepalanya dengan ayahnya.
(50e) Tini sama lemah lembutnya dengan kakaknya.
(50f) Perundingan kemarin dan yang pertama tidak berjalan sama lancarnya.

Jika di dalam teks atau konteks acuan yang dibandingkan sudah dikenal atau sudah jelas, frasa nominal yang bersangkutan dapat dilesapkan.

Contoh:
(51a) Becak sama saja sempitnya. (dibandingkan dengan bemo)
(51b) Menggambar dengan pensil pun sama saja baiknya. (dibandingkan dengan menggambar dengan cat air)
(51c) Mi goreng sama saja membosankan. (dibandingkan dengan mi rebus)

5.4.2.2. Tingkat Komparatif

Tingkat komparatif mengacu ke kadar kualitas atau intensitas yang lebih atau yang kurang.
Pewatas yang dipakai ialah: 'lebih ...dari(pada) ...' , 'kurang ... dari(pada)', 'kalah ... dengan/dari(pada)'.
Dewasa ini dalam struktur komparatif pemakaian daripada bersaing dengan kata dari.

Contoh:
(52a) Mangga arumanis lebih enak dari(pada) mangga golek.
(52b) Dia lebih ilmiah dari(pada) pakar asing.
(52c) Juned lebih keras kepala dari(pada) Daud.
(52d) Restoran ini kurang bersih dari(pada) restoran itu.
(52e) Dia kurang manusiawi dari(pada) direktur sebelumnya.
(52f) Gajinya kalah besar dari(pada) yang saya terima.
(52g) Edi kalah tinggi dengan/dari(pada) Wawan.

Bila suatu bentuk komparatif tidak diikuti kata dari(pada), maujud yang dibandingkan dianggap sudah jelas karena sudah disebut atau sudah dipahami.
Jika, misalnya, orang berkata, "Dapat saya lihat yang lebih murah ?" maka barang yang diperlihatkan itu rupanya dianggap terlalu mahal.
Selanjutnya dapat dicatat bahwa pemakaian kata 'lebih' di belakang frasa nominal menyiratkan makna 'lebih dari jumlah dinyatakan oleh kata frasa di depannya'.

Contoh:
(53a) Ia pernah ditahan polisi seminggu lebih.
(53b) Dia sudah kuberi lima ribu rupiah lebih.

Frasa 'atau lebih' di belakang frasa nominal dapat dianggap bentuk eliptis dari 'atau lebih dari itu'.

Contoh:
(54a) Bilangan yang terdiri atas tiga kata atau lebih ditulis dengan angka.
(54b) Yang ingin lulus ujian itu harus mencapai nilai tujuh atau lebih.

Kadang-kadang 'lebih (banyak)' dipakai sebelum frasa verbal untuk menunjukkan kadar sesuatu yang lebih tinggi daripada yang lain.

Contoh:
(55a) Drama ini lebih (banyak) bercorak dagelan daripada komedi.
(55b) Ternyata ia lebih (banyak) memperhatikan adik saya.

Tambahan lagi, 'lebih (banyak)' dipakai di muka adjektiva tertentu dengan makna 'di atas taraf yang diharapkan'.

Contoh:
(56a) Hasil ujian Hasan lebih memuaskan dari ujian Agus.
(56b) Hasil ujian lebih dari memuaskan.
(56c) Harga kayu lebih mahal dari harga bambu.
(56d) Harga kayu sekarang lebih dari mahal.

Akhirnya, tingkat komparatif juga tampak pada pemakaian 'daripada' pada klausa subordinatif suatu kalimat majemuk.
Secara tersirat, perbuatan yang diacu dalam klausa pembanding dianggap lebih baik.

Contoh:
(57) (Lebih baik) beli kemeja batik saja daripada baju kaos untuk pertemuan nanyi malam.
(58) Daripada menganggur, (lebih baik) saya membersihkan kamar kerja saya sampai petang.

5.4.2.2.1. Penominalan Adjektiva Komparatif

Adjektiva komparatif dapat dinominalkan menjadi subjek kalimat dengan penambahan 'yang' sebelumnya dan diikuti frasa nominal yang dibandingkan.

Contoh:
(59a) Kusnawanlah yang lebih pandai di antara keduanya.
(59b) Di antara dua kota itu Bandunglah yang lebih ramai.

5.4.2.2.2. Kebermarkahan Adjektiva Komparatif

Pasangan antonim seperti : 'besar <=> kecil', 'berat <=> ringan', 'mahal <=> murah', bertalian dengan konsep pemarkahan.
Pengertian tentang markah bertalian dengan cara pandang manusia tentang alam sekitarnya.

Contoh:
(60a) Saya minta batu yang lebih besar dari ini.
(60a) ??? Saya minta batu yang kurang kecil dari ini. <==kalimat ini tidak diterima.

(61) lebih mahal lebih murah
kurang murah kurang mahal

(62) lebih berat lebih ringan
kurang ringan kurang berat

(63) lebih panas lebih dingin
kurang dingin kurang panas

(64a) Seberapa cantik pacar baru Ali ?
(64b) Seberapa jelek pacar baru Ali ?

5.4.2.3. Tingkat Superlatif

Tingkat superlatif mengacu ke tingkat kualitas atau intensitas yang paling tinggi di antara semua acuan adjektiva yang dibandingkan.
Tingkat superlatif dinyatakan dengan afiks 'ter-' atau pewatas 'paling' di muka adjektiva.
Adjektiva superlatif dapat diikuti frasa yang berpreposisi 'dari', 'antara', 'di antara', 'dari antara' beserta nomina yang dibandingkan.

Contoh:
(65a) Dari semua anakku Kusnolah yang terpandai.
(65b) Toni yang paling rajin di antara semua mahasiswa.
(65c) Kamar ini yang termahal dari antara yang pernah saya sewa.
(65d) Saya perlukan paling lama dua jam untuk datang.
(65e) Dialah orang yang paling tidak sombong.
(65f) Pekerjaan ini yang paling tidak bermanfaat.

Kadang-kadang kata 'yang' bisa dilesapkan. Hal itu tidak menimbulkan perbedaan arti.

Contoh:
(66a) Kain batik tulis biasanya (yang) paling mahal.
(66b) Orang (yang) paling dekat dengan Amir akan membantu kami.

Bentuk superlatif yang menarik ialah bentuk yang digabungkan dengan frasa numeralia [FNum].

Contoh:
(67a) Surabaya ialah kota (yang) terbesar nomor dua setelah Jakarta.
(67b) Surabaya ialah kota terbesar (yang) kedua setelah Jakarta.
(67c) Amir salah seorang yang paling rajin di kantor.

Meskipun 'ter-' dan 'paling' bermakna sama, pemakaian 'ter-' lebih terbatas.
Pada umumnya 'ter-' tidak dipakai dengan bentuk-bentuk adjektiva seperti 'berbahaya', 'menyedihkan', 'menggembirakan'.

Contoh:
(68a) Pak Dukun adalah pembunuh wanita yang terberbahaya. <== tidak gramatikal
(68a) Pak Dukun adalah pembunuh wanita yang paling berbahaya.

(69a) Penjarahan bulan Mei 1998 adalah yang termenyedihkan. <== tidak gramatikal
(69a) Penjarahan bulan Mei 1998 adalah yang paling menyedihkan.


June 15, 2019

0 Comments

Learn Indonesian in just 5 minutes a day. For free.
Get started